Berbagi Segenggam Cinta
<

NO ONE’S PERFECT

Belajar dari semangat Ototake

Namanya Hirotada Ototake. Lahir di Jepang tanggal 6 April 1976. Ia mendalami bidang politik dan ekonomi di Universitas Waseda, Jepang. Bahkan sejak April 1999 dia bekerja sebagai co-presenter di sebuah program TV.

Lalu, apa istimewanya?

Suatu hari Oto, demikian ia biasa disapa, pulang ke rumah setelah pelajaran sekolah selesai. Dia mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa ia sudah mendaftarkan diri untuk bermain basket. Kebanyakan orang tua tentu senang mendengarnya. Tetapi orangtuanya justru merasa terkejut. Bagaimana hal itu mungkin?

Oto lahir dalam kondisi tetra-melia, sebuah kelainan bawaan yang membuatnya hampir tidak memiliki tangan dan kaki. Namun di hari pertama sekolahnya, dia telah membawa perasaan optimis di antara orang-orang yang berada di sekililingnya. Mulai dari murid-murid taman kanak-kanak yang penuh rasa ingin tahu, anggota dewan pendidikan yang selama ini bersikap skeptis, sampai orang-orang yang lalu lalang. Mereka semua tidak mampu menahan keinginan Oto yang keras.

Suatu hal yang unik dan menarik. Mengingat Jepang adalah sebuah negeri yang biasanya menyembunyikan orang cacat dari hadapan publik. Namun tidak demikian dengan orang tua Oto. Ketika Oto diperlihatkan kepada ibunya, setelah hampir sebulan bayi yang dilahirkannya disembunyikan, kalimat yang ibunya ucapkan adalah, "Dia sangat tampan." Semua ketakutan kalau ibunya tiba-tiba menjadi histeris atau pingsan ternyata tidak terjadi. Kegembiraan melihat bayinya lebih besar daripada rasa terkejutnya, saat mendapatkan bayinya tidak memiliki tangan dan kaki. Keberhasilannya mengatasi perasaannya sewaktu pertama melihat Oto merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi kehidupan Oto di kemudian hari.

Dan memang demikian. Orangtua yang tabah dan guru yang cerdas memberikan harapan bagi Oto untuk mendapat kesempatan dalam kehidupan yang normal. Balap lari, belajar berenang, bermain, bahkan berkelahi, membuat teman-teman sekelasnya merasa "Dia adalah salah satu dari kita." Jadi mereka juga berkeinginan untuk menghadapi semua rintangan yang dihadapinya.

Anak laki-laki yang sangat mengagumkan ini telah berulangkali membuktikan bahwa kerja keras, rasa humor, kecakapan dalam berbagai bidang dan pendekatan dalam hidup sama penting artinya dengan anggota tubuh.

Sekarang, sebagai orang yang telah tumbuh menjadi seorang dewasa, Oto tetap melanjutkan apa yang menjadi prinsipnya yakni menegakkan sebuah lingkungan "bebas rintangan" bagi orang lain, baik dalam lingkungan pemerintahan, media, dan di hadapan orang-orang yang ia temui. Dia telah menulliskan pengalamnnya dalam buku yang berjudul NO ONE’S PERFECT, yang telah terjual lebih dari empat juta kopi di Jepang. Dia telah mengubah cara pandang orang banyak terhadap penyandang cacat. Dengan optimis dia selalu berkata, "Aku bisa melakukannya!"

 

 

 

Always with love ~~@ izti @~~

August 22nd, 2005 at 7:34 am