Berbagi Segenggam Cinta
<

 

Satu batang lagi kau keluarkan. Perlahan kau selipkan di
mulutmu dan kau pun mulai membakar dan menghisapnya. Kepulan asap keluar dari
mulut dan hidungmu. Kau tidak peduli meski aku terbatuk-batuk dan hampir muntah
mencium baunya. Bahkan kau hanya melirik sekilas untuk kemudian kembali
bermesraan dengannya ketika aku memintamu untuk mematikan dan membuangnya.

 
Aku tersiksa sekali. Lebih tersiksa lagi karena
menyaksikanmu merusak paru-parumu sedikit demi sedikit dengan sengaja. Terbayang
di mataku tubuhmu yang gemuk perlahan berubah kurus, kerempeng, tinggal tulang
terbalut kulit. Lalu batukmu yang sesekali perlahan bertambah parah hingga
mencipratkan darah yang menghitam karena racun nikotin yang mengendap dan
bersarang di tubuhmu.

 
Kalau nanti aku berteriak dan menghancurkan batang-batang
rokok itu di depanmu, bukan karena aku
benci padamu. Tetapi karena aku sayang padamu.

 
Tidakkah kau ingin menghentikan kebiasaanmu merokok? Bukan,
bukan untukku. Tetapi untuk kebaikanmu sendiri.

 
____________________________________

*semua karena sayangku pada ayah yang tak pernah berhenti
merokok, pada adik yang masih merokok meski tak pernah di depanku. Juga untuk
kalian yang masih belum bisa berhenti merokok.

November 25th, 2005 at 9:46 am


One Response to “Ketika aku melihatmu merokok”
  1. 1
      teguh says:

    message note….
    ****semua karena sayangku pada ayah yang tak pernah berhenti merokok, pada adik yang masih merokok meski tak pernah di depanku. Juga untuk kalian yang masih belum bisa berhenti merokok.
    *****
    setuju….. cuma jangan lupa bahwa kita tetap harus berdakwah dengan cara yang santun….