Berbagi Segenggam Cinta
<

Dunia anak sangat erat dengan permainan. Tak ada hari tanpa bermain. Akan lebih baik bila mereka pun diberi mainan yang dapat merangsang daya kreativitas dan membantu perkembangan diri. Permainannya pun tak harus mahal, yang penting aman dan berkualitas.

***

Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum menyadari penuh hal ini. Berikut hal-hal yang dapat menjadi petrimbangan saat membeli mainan untuk anak.

umur

Sesuaikan umur anak denagn mainan yang dipilih. Pertimbangkan mainan yang dapat membantu perkembangan anak baik secara fisik maupun emosional. Misalnya, seorang bayi masih membutuhkan mainan yang dapat memberikan stimulasi koordinasi tangan dan mata. Balita sudah dapat diberikan mainan yang lebih aktif untuk merangsangnya mengolah tubuh, dan seterusnya. Anda dapat melihat petunjuk umur yang biasanya tertera pada kotak mainan.

hobi anak

Sesuaikanlah permainan dengan hobi anak, apakah lebih senang dengan permainan yang cenderung menggunakan fisik atau tidak. Misalnya, bila anak senang dengan permainan kedokteran, Anda dapat memberikan permainan alat kedokteran sekaligus mengajarinya mengenali alat-alat tersebut. Sedangkan bila anak lebih senang dengan permainan fisik, berikanlah alat permainan yang lebih cenderung berolah raga, seperti bola. Permainan ini tak hanya menyenangkan, tapi juga berguna baginya.

kreativitas

Berikanlah mainan yang dapat menstimulasi kreativitas anak. Mainan yang menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti boneka, mobil-mobilan atau perlengkapan mainan peternakan (yang terdiri dari binatang-binatang di peternakan, rumput, rumah) dapat membentuk pola piker mereka mengenai sebuah kehidupan.

Mainan sejenis balok susun, lilin, puzzle atau robot-robotan yang mengharuskan anak untuk merakit sendiri dapat membantu merangsang daya piker, imajinasi dan koordinasi antara tangan dan mata.

Melukis, menggunting, atau menempel dapat dikategorikan sebagai mainan yang dapat merangsang jiwa seni dan kreativitas anak.

Permainan yang cenderung bersifat olah raga dapat membantu mereka untuk lebih mengenali system kerja sama, mengalah, membangun strategi dan mengikuti peraturan. Walau terlihat sepele, hal-hal ini dapat berguna di saat anak sudah besar nanti.

aman

Pertimbangkan pula fakor keamanan sebuah mainan dengan umur anak. Perhatikanlah bahan yang digunakan, penggunaan tenaga listrik atau jenis permainan itu sendiri. Misalnya, hingga anak berumur 3 tahun, jangan berikan mainan yang memiliki bagian-bagian kecil karena pada usia ini anak suka memasukkan apa saja ke dalam mulut.

November 15th, 2005 at 3:36 am