<
Jika ditanya apakah kesedihan ada wujudnya? Jawabku, ada. Aku melukisnya menjadi gumpalan hitam, yang hanya hitam. Erat melekat di dalam hati. Menusuk menembus jantung. Jika kutemukan sebuah lubang hitam, aku bisa saja masuk ke dalamnya, tenggelam, dalam diam, dalam sepi. Lalu perlahan pintunya kukunci dengan gembok berlapis-lapis agar tak seorang pun bisa memasukinya.
Namun, aku tak sudi melakukannya. Sebab jika itu kulakukan, luka yang terpendam itu tak pernah bisa mengering, malah semakin menganga, berdarah, membusuk. Aku tak ingin menyimpannya, namun tak bisa pula membaginya. Dia tetap tergolek letih di kedalaman sanubari. Terdiam, membisu. Beku.
Always with love ~~~~@ izti @~~~~~
December 7th, 2005 at 9:59 pm