Berbagi Segenggam Cinta
<

Pada suatu hari lelaki itu datang membawa kekuatan dalam dirinya. Mengungkapkan dengan seluruh keberaniannya. Adakah kekuatan itu dapat meruntuhkan pendirianku? Hampir!

Lalu siapa yang berani menentang? Beranikah aku menentang? Atau akhirnya aku akan luluh?
Ini adalah badai kesekian yang membuatku kuyup oleh air mata.

Antara ya dan tidak! Bagaimana aku harus memilih?
Memilih? Masihkah aku bisa memilih? Pasrah? Mana ada pasrah karena belum ada usaha!
Tawakal? Ah… memang tak ada alasan lagi untuk berkata tidak!

Jadi…. Haruskan aku berkata ya!?

Dan ketika tanganku terulur untuk menerimanya, ia telah terbang ke singgasana yang lain.

Kassiaaaaaaaaaaaaaan deh gue! :-P

January 23rd, 2006 at 12:50 am