Berbagi Segenggam Cinta
<

 

“Seperti apa lelaki pilihanmu?”

 

Aku sering mendapat pertanyaan seperti itu. Jujur, aku
selalu kehilangan kata-kata untuk menjawabnya. Aku kesulitan menemukan kalimat
untuk mendeskripsikannya. Seperti apa? Yang idealiskah? Yang memenuhi keinginan
orang-orang terdekatkukah? Atau yang realistis?

 

Pilihan. Apakah aku masih boleh memilih? Kalaupun boleh,
bisakah aku memilih?

Bagaimana kalau pertanyaannya diganti?

 

“Seperti apa lelaki yang kau harapkan?”

 

Ya, harapan, lebih bersahabat daripada pilihan. Berharap
kepada-Nya agar dipilihkan yang terbaik. Menerima seseorang yang telah
dipilih-Nya, akan terasa lebih nyaman daripada memilih seseorang yang belum
tentu dipilihkan Allah untukku.

 

Tetapi, kalau memang boleh, kalau boleh, ini juga kalau boleh
memilih, aku hanya ingin satu hal.

 

Dia mencintaiku. Itu saja.

 

Cukup? Tidak. Dia harus membuktikannya dengan jalan yang
telah Allah tunjukkan, jalan yang Ia ridhoi.

 

Bagaimana membuktikannya?

Dengan kecerdasan dan pemahaman agama yang baik, dengan ibadah
shohihah, dengan akhlakul karimah, dengan kelembutan hati, ia akan menujukkan
cintanya dengan cara yang baik.

 

Bagaimana dengan fisik? Aku tidak munafik. Manusiawi jika
manusia menyukai keindahan. Tetapi, adakah ciptaan Allah yang buruk?

 

Lelaki pilihan itu, tampan karena ia dicintai, bukan
mencintainya karena tampan. Ia gagah karena kekuatan dan usahanya untuk
melindungi, bukan melindungi karena kegagahannya. Ia lembut karena ia
mencintai, tetapi menjadi kuat ketika ia dicintai. Ia sabar karena ia tak ingin
menyakiti.

 

Terakhir, Allah-lah yang akan memilihnya untukku. Itulah
lelaki pilihanku.

 

 

 

 

Always with love ~~@ izti @~~

—- sekedar goresan hati —-

April 24th, 2006 at 3:51 am


One Response to “Lelaki Pilihan 2 (sekedar goresan hati)”
  1. 1
      wanda says:

    Kutipan “Cukup? Tidak. Dia harus membuktikannya” >>> DiMinta untuk Membentuk Armada Perang Darat, Udara dan Laut :D :D :D