Dia datang membawa segenggam cinta
Dia pangeran bersahaja dalam mimpiku
Tidak berkuda putih
Tidak berkereta kencana
Dan tidak ada istana
Dia datang melukis senyum di bibirnya
Mengulurkan tangan
Yang di dalamnya
Ada segenggam cinta
Dan sejumput asa
Ia tak menaburkan janji-janji
Ia tak menggoreskan pelangi dalam hati
Ia hanya berkata:
‘Kau akan menjadi pendamping hidupku,
Dengan izin Allah’
Ya, dengan izin Allah
Tetapi, sebelum sempurna kutatap wajahnya
Ia telah berlalu
Dan aku hanya terpaku
Siapakah kau?
______________________________
Untuk seseorang yang masih bimbang, segeralah berikan keputusanmu yang terbaik. Jangan biarkan aku terlalu lama menanti, sebab aku tak tahu berapa lama lagi aku sabar menanti.
Dan untuk yang tengah menanti, jangan putuskan rantai kesabaran yang telah lelah kau untai. Percayalah, kau akan mendapatkan yang terbaik. Keep spirit! Allah bless you! ^_^
hm….. lumayan bagus……
April 14, 2006 @ 4:05 amdan seorang pangeran itu …..
dengan kaki telanjangnya dia berjalan
April 14, 2006 @ 4:40 amke tempat persembahan
langkahkan diri untuk kejayaan
senyum simpul gapai harapan
isak tangisnya ingati dosa dan kesalahan
seruan-seruan padatnya bagai anak panah tepat sasaran
menggelora dalam dada setiap insan
.. namun ..
hanya dengan daya ilahi-lah dia tetap bertahan
mungkinkah masih banyak alasan
seorang pangeran itu
tersenyum dan bertengger
di sanubari seorang insan terpilih
pangeran itu masih setia hadir dalam mimpiku
April 15, 2006 @ 7:49 amentah kapan ia benar2 menjelma menjadi nyata
dan aku masih tetap menantikannya
menanti senyuman yang masih tetap hangat
dan dia masih setia datang
dengan segenggam cinta
dan sejumput asa
amin ^_^
April 26, 2006 @ 11:31 pmmbak izti, aq seneng bgt ma puisi n puisi mbk..
lam kenal ^_^
December 11, 2008 @ 8:37 pm