Berbagi Segenggam Cinta
<

ini entah malam yang keberapa
aku melewatinya tanpa sujud-sujud panjang
yang dahulu lekat dalam amalan

aku terperosok pada pusaran waktu
yang menarikku ke kedalaman masa silam
semoga ini bukan karena kurangnya rasa syukur
atas nikmat yang aku dapati saat ini

aku lelah berlari
aku ingin berhenti, meski sejenak
merasakan betapa penatnya yang merasuk raga
merasakan betapa dahaga ini telah mengeringkan rongga dada

aku ingin berhenti
sejenak untuk menatap, memandang ke masa silam
dan biarkan aku menangis…

tapi air mata pun tak juga keluar
apakah sungainya telah mengering?
retak bersama kehampaan dan kekeringan rasa

Robbi….
kudengar panggilan-Mu
tarik aku dalam pusaran cinta-Mu
sebab aku lelah berjalan di sahara yang gersang.

June 20th, 2006 at 4:20 am


2 Responses to “Diary Malam”
  1. 1
      Donny says:

    Well, istiqamah itu memang sulit ya..? Atau mungkin “kecintaan” kepadaNya yang mulai pudar…? Sehingga hanya rasa rindu saja yang masih tersisa…

  2. 2
      bidadaribiru says:

    semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang hanya bisa merindu
    tetapi, selayaknya berbuat kebaikan yang bisa mendekatkan kita kepada Sang Pencinta untuk menjemput rindu itu.