Berbagi Segenggam Cinta
<

Pc_hand_shake2

 

Apa sih memaafkan? Dalam kamus besar
Bahasa Indonesia, memaafkan itu artinya membebaskan seseorang dari
hukuman (tuntutan, denda, dsb) atas suatu kesalahan yang dia lakukan.

 

Mudah bukan? Teorinya sih begitu.
Kenyatannya, sakiitt…!!!

Manusia, maunya sih membalas sakit
hati, maunya orang yang menyakiti, yang menzalimi itu juga merasakan
bagaimana sakitnya. Nah, itu namanya dendam bukan?

 

Emangnya salah?

 

Ini bukan soal salah atau tidak.
Masalahnya, apakah saya puas dengan mendendam, dengan melihat orang
itu merasakan sakit seperti yang saya rasakan? Apakah dengan begitu
hati yang tercabik akan kembali utuh? Tidak! Justru sebaliknya.
Semakin menyakitkan.

 

Seorang teman bilang, orang yang
menyakiti kita, yang menzalimi kita, sebenarnya adalah orang yang
sayang sama kita, orang yang dekat dengan kita, yang memperhatikan
kita. Kalau ga merhatiin, bagaimana bisa dia menemukan kekurangan
kita, menemukan kesalahan kita, yang dijadikannya alasan untuk
membenci atau menyakiti kita. Kita, atau saya nih?

 

Soal cinta atau benci, itu mah soal
perasaan. Dan terkadang kita tidak punya cukup alasan untuk mencintai
ataupun membenci seseorang.

 

Euh… kok jadi ruwet begitu bahasanya?

 

Udah lah, saya akan menyampaikannya
dalam pandangan saya pribadi yang minus satu dan silinder 0,25. eh,
itu mah ukuran kacamata saya ya! :-P

 

Hati wanita itu demikian lembut, mudah
tersentuh, mudah tergores, dan mudah pecah. Dengan kata lain,
sensitive, very… very… very… sensitive gituh… Tetapi, saya
juga menemukan hati lelaki yang justru lebih rapuh daripada hati
wanita. Kenyataannya, ada seseorang di luar sana, yang ikut menjauh
ketika saya menjauh, menciut ketika hati saya menciut, bahagia saat
saya tersenyum, dan cemburu saat ia merindu. Dan kenyataannya pula,
saat saya merasa nyaman berjauhan dengannya, memberi ruang gerak
demikian luas untuknya memilih dan menentukan masa depannya, hati
saya tetap merasa teriris-iris.

 

Kalau sudah begitu, siapakah yang patut
memaafkan, saya atau dia?

 

Ah, whatever lah siapa memaafkan siapa.
Saya begitu gembira, dan pertama kali dalam dua bulan terakhir ini,
ujung bibir saya tertarik ke atas dengan cemerlang. Saya bahagia!
Saya telah menemukannya. Menemukan alasan mengapa harus memaafkan.

 

Ini dia, yang membuat saya tersenyum
secemerlang mentari pagi, lepas dari kabut duka dan pekatnya gelisah.

 

***

 

Diriwayatkan dari seorang sahabat
Rasulullah saw: “Pada satu waktu, kami melihat Rasulullah saw.
Kemudian beliau tertawa gembira sekali. Maka ditanya oleh Umar r.a.
“Mengapa engkau tertawa wahai Rasulullah?”

 

Rasulullah bersabda, “ada dua orang
umatku memperhitungkan tentang haknya. Yang seorang berkata, ‘Ya
Allah, berikanlah kepadaku hakku yang dizalimi oleh saudara ini.’

 

Allah berfirman kepada orang yang
dituntut itu, ‘Berikanlah haknya yang telah engkau zalimkan itu.’

 

Orang yang dituntut itu menjawab, ‘
Ya Robb, kebaikanku telah habis semua, maka tidak ada lagi untuk
membayar kepada saudara ini.’

 

Si penuntut berkata, ‘kalau demikian
dia harus menanggung dosa-dosaku sebagai gantinya.’

 

Di kala itu Rasulullah mengeluarkan air
mata, lalu beliau meneruskan. “Kemudian Allah berfirman, ‘Angkatlah
kepalamu, dan lihatlah surga.’

 

Setelah dilihatnya, si penuntut
berkata, ‘Ya Robbi, aku telah melihat kota-kota yang berlantaikan
perak, gadung-gedung yang indah terbuat dari emas yang bertahtakan
ratna mutu manikam yang elok-elok, apakah itu untuk Nabi, atau apakah
untuk yang syahid?’

 

Allah berfirman kepadanya, ‘Itu untuk
siapa saja yang membelinya.’

 

‘Ya Robbi, siapakah yang memiliki
harga pembelian karunia yang sehebat itu?’

 

Allah berfirman, ‘engkau pun dapat
membayarnya, ialah dengan memaafkan saudaramu yang telah menzalimi
kamu
.’*

….

 

***

 

Nyess…. Plong….!!

Hmm…. Kalau sudah tahu, masihkan akan
mengotori hati dengan benci dan dendam?

Saya memaafkanmu, maka maafkanlah saya.
^_^

 

__________________

*dikutip dari buku ‘pencerahan
ruhani’ karya Imam Al Ghazali.

 

 

June 14th, 2006 at 7:26 am


One Response to “Satu kebaikan yang bernama ‘memaafkan’”
  1. 1
      arieya says:

    aku udah maafin teh izti kok, teteh maafin aku yah … :)