“Dinda, katakan padaku kau hanyalah milikku. Cukup sekali terucap dari bibirmu….”
Eh, lagunya siapa tuh? Tauk deh, tadi pagi saya denger di radio tuh!
Atau lirik dari Seismic yang digandrungi pasangan yang lagi jatuh-jatuhnya cinta (maksudnyah?? ^-^), yang kayak gini nih…
Dinda, temanilah aku di setiap detikku dengan doamu
Bila terpisahkan waktu, tetaplah di sini, di dalam hatiku
Dinda, doamu laksana pelepas dahaga di lelahnya jiwa…
Ehm…. hm…. hm… jadi pengen batuk nih! Tauuu… aja, kalo makhluk yang bernama wanita demen banget dirayu-rayu. Persis kayak lirik lagunya ADA band.
Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan lagu-lagu
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia dengan kasih sayang
bla… bla…
Wew!
Atau dari Robbani nih…
Ketika hilang segala yang nyala
Kau hadir dengan pelita hati
Simpuhmu melangkah kesopanan
Tiada bicara dapat dilafazkan
Pulangku kau sambut dengan senyuman
Pemergianku didoakan kemuliaan
Kau sulam kasih sayang ini dengan kemesraan
Walau kesederhanaan yang mampu kuhulurkan
Kau tadah penuh keredoan
Limpah syukurmu kususun rapi
Sungguh dirimu dapat kuhargai sebagai bidadari
Kau permaisuri hati
Kau permata suci
Bla… bla…
Aih… jangan mupeng gitu dunk! :p
Atau yang dari The Fikr nih…
Kau bunga di tamanku mekar dan kian mewangi
Menghiasi diriku di manapun aku berada
Di lubuk hati ini engkau bidadari surgaku
Kepergianku dalam berjuang kau antar dengan doa dan senyuman
Pulang pun kau sambut dengan kemesraan
Kemuliaanmu yang penuh ketulusan
Pantaslah bila kuhargai dirimu sebagai bidadari surgaku
Dirimu adalah anugerah Tuhan untukku
Yang pasti kan kusyukuri dan selalu kan kujaga
Anak-anak menjadi penghibur hati penentram jiwa
Membuatku rindu untuk berkumpul di surga nanti
Dah ah! Nanti ada yang pingsan kesenengan :p
Tapi, kalo yang picisan gini nih…
Dinda, aku tak bisa hidup tanpamu (dih, emangnya yang ngasih hidup siapa?)
Saat kita berdua, dunia dan seisinya serasa tidak berarti (dunia serasa milik berdua, yang laen ngontraaak!)
Tak peduli apa pun yang terjadi, kau tetap milikku. Hujan badai ku lalui, samudera luas kusebrangi, gunung tinggi kan kudaki (padahal kalo keujanan sakit flu tuh!)
Hanya namamu di hatiku, jiwa dan raga takkan berdusta…
Stop! Stop! Ini romantis atau gombal sih? Antara romantis dan gombal bedanya setipis kabut pagi (cieeh… gaya!)
Dah ah! Entar ada yang nimpukin lagih! :p
romantis atau gombal, tak apa pabila telah halal
so ?
August 13, 2006 @ 11:44 pmRomantis atau gombal itu tergantung dari niat sang penyampai.. apakah sekedar merayu atau memang tulus… Tp yg jelas kata2 yg berlebihan bisa nyerempet syirik lho…. Jgn sampe deh kita jd syirik cm gara2 merayu… (Peace)
August 17, 2006 @ 9:22 amromantic? i will, i will always try be romantic to my wife. cos’ i can’t flirt anyone but her. about syirik or not, i think, we knew the limit aren’t we?
August 18, 2006 @ 4:01 amkekuatan idemu perlu diarahkan biar menghasilkan manfaat besar bagi umat
August 22, 2006 @ 9:24 amcerita tentang ROMANTIS…
Saat petang di depan masjid danunegaran Yogyakarta, Jalan Paris, waktu itu usiaku 22 tahun, awal 2003, lembayung warna merah kekuning-kuningan, jalan nampak mulai ramai selepas ashar menjelang maghrib, di seberang trotoar, ada saeorang lelaki dengan tersneyum mengandeng itrinya. Si lelaki itu buta, istrinya juga buta!!tangan kirinya menggandeng tangan mungil istrinya, dan tangan kanannya menyentak-sentakkan tongkat untuk mengenali jalan.
aku tertegun sejenak, sepersekian detik, aku merasa menjadi lelaki itu, gimana ya perasaannya, jangankan tuna netra, waktu aku kecil jika terbangun malam hari dan ternyata kamar gelap gulita, karena mati lampu, aku panik dan merasa tercekik!
bagaimana seandainya aku buta!!….
duniaku gelap!! bahkan aku bisa lupa akan warna2 dunia karena tak sanggup melihat lagi!!
tapi yang kulihat lelaki di depanku, menggandeng tangan istinya yang sama2 buta…..
kekuatan apa yang telah membuat ia menerima kenyataan, lalu mencintai orang yang sama menderitanya dengan dia!,….
subhanallah,….kalau ga malu waktu itu ingin kupeluk mereka berdua……, tapi karena malu, kutahan saja mata yang hampir gerimis ini…..
aku membayangkan, ketika mereka ta’aruf, akan banyak kata yang terjalin tanpa saling memandang lewat mata kepala, tapi mereka telah berbuat lebih dari sekedar saling memandang, tapi saling “menyentuh”, saling “menyapa”…
mungkin ada kalanya mereka takut akan masa depan, bagaimana mengurus anak misalnya,…..tapi …ah….
bahkan mungkin kedua2nya tak pernah berfikir untuk menikah, karena kondisi mereka yang buta, jangankan berfikir menikah, untuk hidup ke depan saja bisa jadi awalnya mereka pesimis
tapi merka melampaui diri mereka sendiri….
cinta, memang harus ada yang mengawali……..yang kita tahu, cinta adalah pada awalnya hanyalah memberi…
sukar membayangkan …….ketika saat-saat sempit dan sulit menjadi lapang dan indah karena ucapan suami yang tuna netra itu, ketika meredam kesedihan hati istrinya dengan kata-katanya yang sejuk…..
sabar ya dik…tabah yah dik…bla..bla….
ucapan yang keluar, yang bukan sekedar muatan klise untuk menghibur hati yang gundah, tapi kata yang lahir setelah menerima kenyataan yang paling berat : menjadi buta!!
lelaki romantis: lelaki yang ikhlas untuk memuji,lelaki yang ikhlas ketika ia marah(kaena rasa sayangnya)
ketika ia menangis, Tuhan pun ikut menangis bersama dirinya, ……
ia lelaki, punya otot, punya urat, tapi di rongga dadanya, otot-otot itu menghargai hatinya……
hati yang bening,….
yang menguapkan embun ketika dingin, dan mengeluarkan peluh ketika hangat…….
tempo hari aku sempat baca cerpennya anggota FLP bandung (lupa nama) judulnya Lelaki Paling Romantis di DUnia,…
aku baca di gramedia karena ga ada uang buat kubawa pulang,
cerpen ini bikin aku merinding sampe kalimat terakhir,
tidak diceritakan endingnya, tapi pembaca secara tersirat tahu, kalau si ikhwan ini beberapa hari sering pulang pagi, karena gerilya menghabisi PREMan2 yang hampir memperkosa istrinya, dan membuat istrinya terganggu kejiwaannya….
ia gerilya tiap malam sembari membawa mawar merah yang sering ia beri untuk istrinya,
subhanallah dah!aku merasa kalau dalam posisi ikhwan itu, mungkin aku melakukan hal yang sama………
jadi romantis apa gombal? no comment!!
August 27, 2006 @ 11:36 amrasakan saja!
iz, aku mau ndendang lagunya iwan fals , kayaknya pas banget dengan suasana hati LELAKI ROMANTIS, syair di bawah ini, romantis apa gombal? tergantung yang nyanyi dan yang mendengarkan ;p
“jangan Tutup Dirimu”
dari hati,…
yang paling dalam,
kudendangkan sebuah lagu
temani sepi
sejenak iringi nurani
ada jarak,
diantara kita
selimuti sekian waktu telah tersita
ingin kuhilang jarak terbentang
semoga…
(reff)
datanglah kau kekasih
dekap aku erat-erat
jangan buang ….
peluhku yang tulus…
biarkan hujan turun basahi jiwa yang haus…
jangan tutup dirimu….
buat apa,
kau diam saja
bicaralah …
agar aku semakin tahu
warna dirimu duhai permata
kau mimpiku
aku tak bohong
seperti yang engkau kira
seperti yang engkau duga
pintaku percayalah
datanglah kau kekasih
dekap aku erat-erat
jangan campakkan peluhku
yang tulus…
biarkan hujan turun
basahi jiwa yang kering
jangan tutup dirimu….
August 27, 2006 @ 11:57 amLha… emang ga boleh yah kalo bicara “romantis” kayak gitu di depan istri ?
Yang jelas perkataan manis bukan rayuan, perkataan pujian bukan makian, perkataan persahabatan bukan permusuhan, perkataan kesejukan dan ketentraman bukan perkataan menyakitkan dan menistakan. Insya Allah akan diucapkan seorang suami yang taat kepada Allah karena telah dititipkan seorang istri yang shalihah.
September 6, 2006 @ 9:26 am