Sore itu saya baru saja pulang dari Bogor mengambil pesanan kembang untuk dekorasi penganten.
“Her, kita harus bantu keluarga Maya (bukan nama sebenarnya). Makanya, kita dekor pelaminan sendiri ya. Bisa kan…” berkali-kali mba Iffah (bukan nama sebenarnya) mengingatkan saya.
Undangan pun didisain sederhana, dengan biaya sedikit. “Her, tolong dibantu ya. Gpp kan kamu ga dibayar?” kata mba Iffah juga.
“Insya Allah niat saya membantu mba.” Kata saya waktu itu.
Dan sore itu, saya terhenyak. Kembang senilai 600 ribu, pot-pot untuk taman senilai 250 ribu, mau diapakan? Ternyata keluarga Maya telah menyewa orang untuk mendekorasi pelaminan. Lengkap dengan kembang2 miliknya tentu. Tanpa konfirmasi. Saya kecewa hingga tak bisa menangis ataupun bicara.
Ada apa ini? Katanya limited budjet?
Akhirnya, melobby keluarga, kembang2 itu pun dipakai untuk mendekor kamar penganten, lengkap dengan jambangan besar di pojoknya dan setitik besar di atas tempat tidur. Setitik lagi di pintu masuk, dan sekian jambangan di setiap sudut rumah dan tempat resepsi. Wangi melati dan bunga sedap malam semerbak memenuhi rumah pengantin.
Esoknya, saya kembali terpana. Saya baru sadar, kalau tenda yang disewa adalah tenda eksekutif, jenis sewaan paling mahal. Subhanallah… betulkah limited budjet?
Saat resepsi, undangan tak henti2nya mengalir. Seluruh panitia telah berpeluh, lelah, penat. Acara dekorasi semalam saja baru selesai lewat tengah malam. Tetapi, melihat kebahagiaan mempelai, rasanya semua keletihan itu terbayar.
Saat hendak pulang.
“Maya habis berapa ya buat acara ini?” Tanya seorang teman.
“ikhwannya ngasih 10 juta ke keluarga Maya buat bantu biaya walimah. Dia ngasih juga ke mba Iffah 6 juta, untuk membantu persiapannya, termasuk souvenir dan undangan. Tadi bawa uang belanja juga 5 juta selain mahar. Maya menghabiskan sekitar 10 juta untuk renovasi rumah.” Seorang teman mba Iffah menerangkan.
Ah, airmata saya luruh. Sebanyak itukah? Ya Allah….. betapa mudahnya orang-orang menghamburkan uang. Lebih dari 30 juta? Baru uang aja, belum yang tidak terhitung? Ah, uang itu lebih dari cukup untuk menebus sawah keluarga saya yang digadaikan. Bahkan masih ada lebih 10 juta. Sedihnya….
“Berdoa Her, moga-moga calon kita nanti juga bisa ngasih sebanyak itu, bahkan lebih.” Kata teman mba Iffah lagi.
“Saya tidak akan pernah mengeluarkan uang berpuluh-puluh juta hanya untuk bermegah2an dalam perayaan pernikahan.” Jawab saya dengan berurai air mata.
Itu baru saya. Yang masih bisa makan enak, yang masih bisa jalan-jalan. Yang masih bisa sering ke warnet. Bagaimana dengan orang-orang yang harus puasa untuk menahan lapar karena tidak ada yang dimakan? Bagaimana dengan mereka yang sampai sekarang tidak punya rumah. Ah, di tengah segala keprihatinan ini?
Ya Allah… ampunilah segala kesombongan dan keangkuhan kami. Ya Allah…. Ternyata masih terlalu jauh hati kami untuk bisa merasakan penderitaan hamba-hamba-Mu yang lain, untuk berbagi apa saja dengan hamba-Mu yang membutuhkan.
Ah, tulisan ini saya buat hanya untuk mengingatkan kita. Termasuk saya sendiri. Jangan menunggu si miskin dan si yatim menggugatmu di hadapan-Nya kelak. Karena hak mereka dilupakan. Dan kita terlalu asyik untuk menyenangkan diri sendiri.
Astagfirullah..
August 18, 2006 @ 12:50 amIni merupakan tamparan juga buat ana ukh..
Supaya jangan boros…
Jazakillah.
yang aku tau. walimahan selama tiga hari, masi dibole-keun. tapi kaluw udah lebi dari tiga hari, udah haram jatohnyah. kaluw soal boros atawa pegimana, itu mah diliyat duyu siapa2 nyang diundang. kaluw cuma orang2 tertemtu, mungkin walimahannya cuman untuk riya, tapi kaluw anak2 yatim dll diundang. insyaalloh, walaupun keruar biaya gede2an, ngga mubazir uang nyang dikluarkeun.
tadinyah, aku pingin walimahan di gedung manaa gituh. tapi kerana kantongnya ngga mengijinkuen :D. yo wis-lah, sa ayana wae dah ah.
August 18, 2006 @ 3:49 amhohoohoho,kalo ane sih ga tau deh,karena ampe sekrang belum mikrin hal begituan
:D :D,tapi ttg pemborosan pernikahan itu emang tergantung juga sapa yg diundang,kan nabi juga menyarankan agar lebih diutamakan undangan terhadap para tetangga sekitar,jadi setelah itu baru deh yg lainnya.
August 19, 2006 @ 12:05 amhiks…hiks…hiks…
ikutan nangis ah,,, ngeliat ternyata nikah itu mahal yah… pantesan banyak saudara kita yg ingin menikah tapi terjebak dalam hal ini. Btw, itu panitianya kurang koordinasi yah teh… jadi kebuang2 yah bunganya sayang. Ngeliat kamar penganten dan kaya taman bunga
August 19, 2006 @ 3:30 am@nisa
August 19, 2006 @ 4:01 amiya de! sayang banget tuh. mubazir kan namanya.
btw, acara walimahan yang tadi juga, mahal banget ya de. 22.500.000 untuk paket pernikahan. belum termasuk transport, biaya penginapan keluarga, pembelian busana pengantin dan seragam EO, seragam keluarga, dll. hiks…. uang darimana yah?
Bingung juga dengan orang yang pesta nikahannya ngeluarin uang banyak banyak. menurut saya lebih baik uangnya dipake buat investasi pendidikan anak. Lebih manfaat toh?
August 22, 2006 @ 4:38 amboros tapi ikhlas??
ikhlas untuk boros??
undangannya aja lux, sekali baca buang, harga undangannya bisa buat makan 4 kali si miskin,
sebuah penghargaan seorang lelaki kepada wanita yang dicintainya tidak identik dengan harta dan kemewahan,….
kebahagiaan juga tidak identik dengan foya-foya
kesederhanaan juga tidak identik dengan kehinaan,….
andai….sepiring nasi pernah begitu sulit engkau dapat, tentu engkau benar-benar menghargai persembahan seorang ikhwan untuk memberi maharnya, walau itu “sekedar” hapalan al Qur’an atau Mushaf yang setia menemaninya……
Cinta itu mengakui ,
bukan memiliki
kalau sekedar untuk menggamit asa,
dalam bingkai ridhoNya
kalau sekedar membagi rindu
dengan kekasih yang dicinta
mengapa begitu sulit
untuk mengungkapkannya?
bukankah ALLAH punya sejuta bahasa,
untuk menerbitkan keberkahan rasa
ketika 2 pasang kekasih saling bertatap?
bukankah Allah punya beragam cara yang ia beri untuk hambaNya,
jika sekedar meluruhkan dosa dengan kemesraan cinta yang halal?
andai aku adalah kebahagiaan
maka kan kukatakan
jika cinta itu…..
sabar….
jika cinta itu ….
memaafkan….
jika cinta itu …..
murah hati….
jika cinta itu ….
menampung yang indah dan tidak indah
jika cinta itu ….
bukan hanya tawa, tapi juga tangis….
jika cinta itu…..
lahir dari ketidakberdayaan yang dimaafkan…..
jika cinta itu…..
tak pernah bertanya:
APA YANG KAU PUNYA UNTUK MENCINTAIKU…..
August 22, 2006 @ 5:07 pmAlhmdl Sangat Luar Biasa, Ini menjadikan Koreksi diri Untuk Semuanya Yang Mau Merencanakan,
October 31, 2008 @ 3:38 am