Berbagi Segenggam Cinta
<


Saya pernah suka
banget nonton serial Quantum Leaf yang pernah ditayangkan salah satu TV swasta,
beberapa tahun lalu, saat saya SMA kalo ga salah (berarti bener :D). Saya
pikir, enaknya bisa menjelajah waktu, menelusuri jejak sejarah, menjadi pelaku,
bahkan bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan sejarah. Sayangnya, setiap kali
berpindah masa, tokohnya menjadi orang lain, tidak menjadi dirinya sendiri.


Dengan kekuatan
imajinasi yang tinggi (ngayal nih ceritanya), saya pun membayangkan sedang
menjelajahi sejarah sesuka hati saya, kembali ke masa lalu, bahkan melongok ke
masa depan. Apalagi saat saya membentur banyak masalah, atau telah melakukan
kesalahan. Pengennya, langsung terbang ke saat sebelum kesalahan terjadi,
berusaha menghindarinya.


Atau saat jenuh
dengan aktivitas rutin, saya pun membayangkan saat-saat 5 atau 10 tahun
mendatang. Bahkan tidak jarang membayangkan saya berada di masa nenek-nenek
(biarpun nenek-nenek, tapi bayangan saya sih masih cantik ^_^).


Alhamdulillah, sampai
saat ini manusia belum bisa menciptakan mesin penjelajah waktu (semoga tidak
akan pernah bisa). Coba bayangkan, seandainya saat ini di depan kita ada mesin
itu. Betapa mudahnya manusia melalaikan dan menyia-nyiakan waktu yang terlewat
dalam hidupnya. Kan ada mesin waktu, ngapain pusing-pusing, kalo ada yang
salah, tinggal setel ke waktu sebelum sekarang. Wah, betapa berantakannya
dunia.


Tentu, ga
berguna lagi kata-kata seperti: “waktu ibarat pedang” atau “hidup kita adalah hari
ini, kemarin adalah kenangan, esok adalah cita-cita”. Atau yang menjadi kalimat
favorit saya: “hargai setiap fase dalam hidupmu, manfaatkan dan isi dengan
sebaik-baiknya. Sebab suatu saat engkau akan merindukan fase-fase yang terlewat
itu.”


Bahkan pesan
Rasulullah agar kita menghargai 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara pun tentu
tak dihargai lagi. Kan, bisa balik lagi ke masa sebelumnya, seperti di film
Back to The Future.


Apalagi untuk orang-orang
seperti saya yang memiliki daya ‘ledakan’ tinggi, baik saat berada dalam emosi
positif maupun emosi negative. Kalo emosinya masih positif mah bagus, selalu
berperan sebagai motivator, penggerak, dan penyemangat dakwah. Masalahnya,
kalau emosi negatifnya sedang in, wah, yang ada malah jadi perusuh, biang
keributan, kekacauan, dan biang-biang yang lain (bukan biang gossip apalagi
biang gula :-P).


Nah, saat emosi
negative meledak itulah yang akan membuat kita menyesal (kita, saya kalliii).
Whateverlah. Yang jelas, kalo ada mesin waktu, loncat aja ke sebelum
‘kerusuhan’ terjadi, terus, ubah deh gayanya, biar oke.


Hmm… seandainya
ada mesin waktu, tidak akan ada penyesalan, tidak ada rasa bersalah, dan tidak
ada taubat?? Ah, yang boong…. ^_^


Kayaknya sih
malah nyesel, sebab waktu-waktu yang terlewat itu kok jadi ga berharga. Padahal
karena sesalan itulah membuat kita berusaha untuk selalu memperbaiki diri,
membuat kita belajar untuk lebih berhati-hati agar jangan sampai terjatuh ke
lubang yang sama.


Kata Rosulullah,
muslim yang baik itu bukan yang tidak pernah salah, tetapi yang berani mengakui
kesalahannya, dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperbaikinya.


So… mumpung
masih bernafas, mumpung masih bisa melihat matahari terbit dari timur,
sesalilah segala kesalahan kita, kemudian bertaubat dan bersungguh-sungguh
untuk memperbaikinya dan tidak mengulangi kesalahan itu. Ga perlu nunggu mesin
waktu.


Dan semoga nanti
‘ledakan’ itu tak mengagetkan seperti petasan, apalagi menghancurkan seperti
bom atau meriam, tapi menyenangkan seperti percikan kembang api berwarna-warni.
^-^


At last, dengan
segala kerendahan hati, saya mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya,
mungkin dalam interaksi kita selama ini, ada kata-kata atau tingkah laku saya
yang menyakiti perasaan kawan-kawan, sahabat-sahabat, adik-adik, kakak-kakak,
dan semuanya yang mengenal saya. Maafin yah… bentar lagi Romadhon nih! Jangan
menyimpan benci apalagi dendam. ^-^ (nie)


__________________________________

Kebenaran datangnya dari Allah, dan kesalahan datang
dari diri pribadi saya yang bodoh. Keep ukhuwah. Love u all….

September 6th, 2006 at 2:54 am


4 Responses to “Mesin Waktu”
  1. 1
      Donny says:

    Kalau ada mesin waktu…lalu dimana tantangannya hidup kita? Dan menurut saya juga akan terjadi semacam dunia yang “diam di tempat” dan chaos. Misalkan sekarang saya menikah, lalu 10 tahun kemudian ada perasaan menyesal milih istri saya, udah punya anak juga, trus saya balik lagi aja ke zaman sebelum nikah…lalu, membatalkan proses pernikahan…kebayang gak anak yang dilahirkannya akan bagaimana?? Hilang begitu saja…? Kan seharusnya, kalau nggak jadi nikah anak yang telah dilahirkan tidak akan pernah muncul…yang jelas, ada mesin waktu…dunia jadi BERANTAKAN!! Nggak sesederhana hanya pindah waktu aja loh….

  2. 2
      izti says:

    yup! bener bangetss…

    banyak yang berkaitan dengan waktu. ya sejarah, ya metafisika, ya kimiawi, ya struktur atom (ngomong apa sih??)

    yah… intinya, mesin waktu memang tak sesederhana sekedar pindah masa.

  3. 3
      Chandra K says:

    …mmmhhh…menarik juga artikelnya jadi pengen ikutan kasih komentar nweh :). salam kenal dulu deh dari Chandra K. Oh iya ttg mesin waktu saya juga tertarik dengan masalah fiksi ilmiah ini, dari film2nya yg berkaitan sering aku ikuti, sejarah para awliya maupun Nabi yg pernah mengalami, sampai buku ttg alam semesta yg berkaitan dengan konsep ruang dan waktu.

    Kalau dalam film yang kita tahu seperti Quantum leap, back to the future dll…ternyata ada satu hal yg membuat saya tertarik di film fiksi ilmiah ini bukan sekedar konsep mesin waktunya yg dikemas dalam sebuah film tapi adanya unsur2 ilmiah ilmu alam dan fisika yg dimasukkan didalamnya dan sering kita pelajari serta dapati selama di bangku sekolah.

    Lalu mengenai sejarah para Awliya dan para nabi aku pun mencoba mencari dari sisi ini untuk mencoba membuka konsep pertanyaan pada diri ku “sebetulnya bisa ga sih manusia kembali ke masa silam ataupun melihat masa yg akan datang “, ternyata Rasulullah dalam perjalanan spiritualnya, Isra Mi`raj telah membuktikan melihat umatnya di masa yang akan datang. Dan Kita lihat lagi para Ilmuwan dan filsuf Eropa seperti Nostradamus dan Leonardo Da Vinci di dalam buku2 catatan hariannya dan juga skesta lukisan (leonardo da Vinci) yg di tulisnya banyak mencoba menggambarkan & meramalkan bagaimana keadaan di masa yg akan datang, baik itu dengan apa yg ditangkap melalui pandangan ataupun pengalaman mimpi2 yg dialaminya.

    Dan juga aq mencoba membuka dari sisi keilmuwan dan teoritis buku2 ttg alam semesta karya2 ilmuwan dibidang sains seperti, Stephen Hawkins dan Teori Relativitas Einstein dan ternyata ….njelimet…bikin pusiiing deh :D…tapi ada satu buku yg menjabarkan tentang Alam Semesta dan Kosmos, ada satu bab yg langsung menuju kesasarannya judulnya ” bagaimana membuat mesin waktu ” ….dan ternyata isinya adalah teori hal yg tidak mungkin dilakukan hanya oleh kemampuan manusia, karena melibatkan kekuatan alam semesta seperti bintang2 dan planet yg memiliki medan gravitasi cukup untuk membuat suatu media yg di sebut black hole.

    Cuma terlepas dari itu semua ada satu catatan penting bagi saya pribadi aku mengambil sisi positif dari ini semua, kenapa manusia sampai berpikir ataupun sampai pada konsep ” bilakah mesin waktu itu ada? ” karena pada dasarnya sejarah itu lautan ilmu, kita belajar dari sejarah kita memandang masa yg akan datang pun berpatokan dari sejarah masa lampau.

    Dan juga karena keinginan manusia itulah mencari kebenaran dan hakikat dirinya dari berbagai segi, dan kembali mencoba membuka dari sisi sejarah itu sendiri.

    Tapi bagiku apa yang kita tinggalkan baik itu catatan2 mengenai perjalanan hidup, foto2 album kenangan dan segala sesuatu yang mengingatkan kita kepada masa lalu adalah mesin waktu.

    Pernah satu kali pada saat SMU sehabis berolahraga aku duduk berteduh di sebuah pohon bersama kawan2 kita bersenda gurau disitu, pada salah satu batang pohon itu kutulis sesuatu. Dan 7 tahun kemudian pada saat sekolah kami berulang tahun, kita gunakan kesempatan itu untuk reuni, dan tak sengaja kita kembali berkumpul bersama-sama duduk dibawah pohon itu, ku teliti kembali setiap dinding batang pohon itu untuk melihat kembali tulisan yg pernah kugores …dan kutemukan, tertulis disitu ” Kita Pernah disini, 7/9/98 ” aku termenung dan tersenyum sendiri terbayang kembali pada saat itu. Ternyata tulisan dan pohon itu mampu melontarkanku kembali ke masa silam…

  4. 4
      DEUX says:

    waktu Allah yang punya, kita tak bisa merubahnya itu benar

    maka jikalau mesin waktu itu ada, kita tetap takkan bisa merubah apapun yang terjadi di masa lampau, hari ini kita yang memutuskan. hidup adalah pilihan.

    terlepas dari penciptaan mesin waktu sekarang ini. penciptaan mesin waktu bukan berarti menolak takdir Allah, Rabb pun berfirman”wahai jin dan manusia tembuslah seluruh alam semesta jika kau bisa menembusnya, dan kau bisa menembusnya melainkan dengan kekuatan

    ingat teori relativitas?
    nano teknologi?
    saya bukan org sains.. tapi saya percaya segala sesuatu, keajaiban berawal dari mimpi…agama dan sains haruslah selaras…
    kita org indonesia janganlah berfikir skeptis, diluar percaya atau tidak , ambillah semua dari segi fositif, lihat situs john titor dan percayalah jikalau dia bohong bahwa dia dari masa depan dia pasti ingin berniat baik agar kita menjaga alam ini, menjaga pola makan kita, memperbaiki perilaku kita, dunia ini sekarang penuh dengan orang pemalas, tidak perduli, dan banyak melakukan hal tidak penting, padahal tantangan hidup di masa depan luar biasa susah, keadaan alam yang rusak, kerusakan mental, dan perang politik dunia!