Berbagi Segenggam Cinta
<

pernahkah merasa hati teramat sakit, pedih, dan pilu?
pernahkah merasa begitu sepi dan kehilangan?
pernahkah merasa sangat malang menjalani kehidupan ini?

cobalah resapi sebait syair di bawah ini:

antara dua cinta

apa yang ada, jarang disyukuri
apa yang tiada, sering dirisaukan
nikmat yang dikecap baru kan terasa
bila hilang di dalam genggaman

apa yang diburu, timbul rasa jemu
bila sudah di dalam genggaman
dunia ibarat air laut, diminum hanya menambah haus
nafsu bagaikan fatamorgana, indah di mata namun tiada

panas yang membara, disangka air
dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
dilihat ada, ditangkap hilang

Tuhan, leraikan dunia yang mendiam di dalam hatiku
kerana di situ tidak kumampu mengumpul dua cinta
hanya cinta-Mu kuharap tumbuh
dibajai bangkai nafsu yang kubunuh…

so…
jika
tujuan hidup adalah dunia dan segala kesenangannya (harta, suami/istri
(pernikahan), anak, karir, dll) yang sifatnya fana, maka selalulah
bersiap untuk kehilangan, sebab semua itu tidak akan kekal.
tetapi,
jika tujuan hidup adalah ridho Allah, Rasul-Nya, serta orang-orang
mukmin, maka sesungguhnya tempat kembali di sisi Allah-lah
sebaik-baiknya tempat tinggal.

Laa tahzan… janganlah engkau bersedih.
"Sungguh
menakjubkan urusan orang beriman. Segala perkaranya adalah kebaikan.
Dan itu tidak terjadi kecuali pada orang yang beriman. Jika mendapat
nikmat, dia bersyukur, dan syukur itu baik baginya. Jika ditimpa
musibah dia bersabar, dan sabar itu baik baginya." (HR Abu Dawud dan
At-Tirmidzi)

mencoba memotivasi diri sendiri juga, agar senantiasa mebangkitkan semangat ruhiyah.

October 1st, 2007 at 2:20 pm